Tak Berkategori

Life Skill (1)

Sudah beberapa minggu, kami  mengaktifkan kembali kebijakan di rumah untuk tidak pernah membangunkan anak-anak di pagi hari setelah beberapa minggu pula terhenti karena sesuatu dan lain hal. Dan, ternyata masih efektif. Anak-anak mau bangun sesuai dengan kebutuhannya.

Awalnya kami selalu membangunkan anak-anak setiap pagi untuk sholat shubuh dan menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan sekolah mereka. Lama kelamaan kami merasa sangat lelah dan emosional dengan kebiasaan tersebut. “Masa sampe kakek nenek kita membangunkan mereka seperti ini?, emangnya saya cowok apaan?” pikir saya.

Hingga pada suatu hari mereka kami biarkan terlambat bangun dan bertanya, ” Yah, mah, kenapa gak dibangunkan?”, Lho?” kalian butuh sekolah gak?, kalo butuh bangun dong?”, komentar saya. Kami berupaya untuk tetap menjaga tenang dan tidak marah. Kami akan tetap antar ke sekolah meski terlambat. Penyelesaian urusan ini dengan sekolah biarlah mereka yang harus berjuang menyelesaikannya.

Ternyata hasilnya luar biasa ampuh. Kita tidak pusing untuk membangunkan anak-anak, suasana hati tetap terjaga dan disisi lain, anak-anak semakin belajar dan berlatih mandiri juga tanggungjawab untuk mengerjakan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mudah-mudahan pelajaran ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin

Iklan
Standar
Tak Berkategori

Sudahkah kita Re-Tweet Tuhan Kita?

DI era kecanggihan alat komunikasi yang semakin memanjakan kita sehingga membuat kita serba mudah untuk melihat, mengenal dan bercengkrama dengan orang yang kita kenal. Pada umumnya, manusia tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan alat komunikasi seperti telepon genggam dengan program yang membuka jalan bagi siapa saja untuk saling mengenal, diskusi dan banyak hal tanpa ada batas ruang dan waktu lagi.

Meskipun demikian, ada satu hal yang terkadang sering kita lewati dan bahkan lupakan yakni membina komunikasi dengan Yang Maha menciptakan semua piranti yang ada di langit, di bumi serta diantara keduanya. Dialah Allah, Tuhan yang Maha memelihara, Yang Maha Menatap lagi Maha Mendengar. Dialah yang sebenarnya sudah membukakan ruang bagi kita sehingga kita bisa menaklukan alam semesta dan menerobosnya dengan bebas. Dengan kekuatan akal dan daya kreasi yang diberikan Sang Maha Pencipta, manusia menemukan beraneka ragam piranti untuk membuka ruang komunikasi yang sangat luas. Maka, seberapa sering kita membina komunikasi dengan Sang Maha Pencipta? 

Sudahkah kita menyapa Tuuhan kita dengan penuh keakraban? sudahkah kita berkomunikasi dengan-Nya jauh lebih dekat dan sering  dibanding atau sebanding dengan penggunaan twitter, sms, facebook, whatsapp dan semua program yang paling digandrungi sekalipun bersama teman kita ? Masihkah kita merasa takut, sungkan, atau bahkan malu pada Tuhan kita hingga kita tidak pernah datang untuk menyambangi-Nya, padahal Dia begitu akrab selalu datang untuk memelihara , menjaga, menyelamatkan, memberi pertolongan dikala sulit dan membuat kita mengenal dan merasakan nikmatnya bahagia…

Pastikan bahwa kita sudah lupa berapa banyak dan berapa sering kita mengunjungi Tuhan kita…terlalu akrab dan itu selayaknya…

Standar