akal, Bahasa, hati, perasaan

“Ketika Akal Tak Kuasa Lagi, Gunakan Hatimu…”

Akal yang merupakan anugerah terindah, tertinggi dan terhebat bagi manusia, pembeda antara kita dengan hewan, sebuah alat yang difungsikan untuk berfikir; mengamati, mengolah data, menyimpan data dan lain-lain tak terhingga manfaatnya, benar-benar harus kita syukuri kepemilikan ini.

Di dalam diri kita terdapat tiga serangkai yang saling bekerjasama, yaitu akal, hati dan fisik.  Akal sebagai pusat logika sifatnya pasti dan kadang kaku tapi obyektif. Hati sebagai pusat nurani, rasa, terkadang ada keraguan , labil dan subyektif. sedangkan fisik merupakan wadah, alat untuk mewujudkan semua hasil kerjasama akal dan hati. fisik merupakan bagian terdepan yang menjadi representasi dari diri kita.

Ketiga piranti dalam diri kita ini sangat dianjurkan untuk berjalan satu kata untuk tujuan keselarasan diri. Namun demikian, persoalannya adalah, kadang ketiganya tidak seimbang. Penyebabnya banyak, bisa karena kurangnya pembekalan akal, atau juga kurangnya pembekalan hati, mungkin juga kurangnya pembekalan fisik. Apabila suatu saat terjadi kerusakan karena kelalaian salah satudari ketiganya maka akan terjadi ketidakseimbangan diri. Kekuatan utama kendali biasanya akal dan hati. Keduanya berupaya untuk menempatkan posisi dominan dalam diri kita. Ragu muncul karena perbedaan pendapat antara akal dan hati.

Cara yang terbaik adalah kita upayakan agar ketiga piranti dalam diri kita tersebut diberikan porsi yang seimbang. Yaitu, kapan kita menggunakan akal, kapan kita menggunakan hati dan kapan kita menggunakan fisik. Dari hal ini pun dapat dikemukakan bahwa bila akal atau fisik tidak kuasa lagi melakukan fungsinya, maka gunakan hati…

Wallahualam Bishowab

Iklan
Standar