Tak Berkategori

Melihat

Bila kita berkonsentrasi sejenak dengan kata MELIHAT. Waah… alangkah banyak dan besarnya kapasitas kita dalam melihat. Melihat apa saja, dimana saja, kapan saja serta efek atau apa saja yang dihasilkan dengan kegiatan melihat.

Di dalam mata kita terdapat lensa yang mampu berakomodasi mengecil dan membesar hingga menimbulkan image besar atau pun kecil sesuai dengan respon otak kepada benda yang akan dilihat. Ketika kita melihat gunung tinggi menjulang, mata kita secara otomatis menentukan fokus maksimum hingga seluruh jiwa dan raga mampu menikmati pemandangan keseluruhan gunung itu. Kemudian pada saat kita mengamati benda kecil seperti kutu rambut atau bibit bunga di penyemaian, secara otomatis pula mata kita menentukan fokus dengan dengan cepat dan tepat. Pada saat ini pula otak melakukan poses penyimpanan kedalam memori dengan cepat hingga disimpan dalam folder-folder tertentu dalam otak.

Yang menjadi luar biasa adalah respon keseluruhan otak dan hati terhadap apa yang dilihat menimbulkan efek yang luarbiasa dahsyatnya pada pemunculan perilaku seseorang dimasa mendatang/pada waktu berikutnya sebagai bentuk reaksi dari respon data yang ada. Seseorang akan menjadi begitu sedih ketika melihat sang ayah membujur kaku, atau tebahaknya seseorang ketika melihat tayangan yang lucu. Kesemuanya ini pun akan berakibat besar dan dahsyat terhadap perubahan perilaku tergantung kepada seberapa besar reaksi dari seseorang dalam mengakomodasi hasil penglihatannya itu, Misalnya, kesedihan seseorang akan semakin menjadi manakala rekaman yang ada di otaknya diperbesar dan diperbesar (zoom) hingga tak terbatas (ini perbedaan manusia degan kamera). Semakin besar gambaran dalam otaknya maka semakin besar pula  efek yang ditimbulkannya.

Begitupula sebaliknya. Maka, dari hal di atas, kita bisa membuat satu langkah yang cerdas bagaimana kita mengelola otak dan hati agar mampu memproses pengubahan gambar/hasil penglihatan (dalam arti luas : pengamatan, meresapi, penelitian, dll) dengan lebih bijak dengan tujuan agar perubahan perilaku yang akan ditimbulkan dari akibat ini dapat tetap atau mengarah pada kondisi positif , dimana jiwa diberi kesempatan penuh untuk selalu merasa nikmat, senang, bahagia, sedih, serius secara proporsional dengan mengedepankan tujuan jiwa bahagia.

 

Silahkan DILIHAT…

 

SALAM

Iklan
Standar

5 thoughts on “Melihat

  1. mata memang jendela hati.
    mata untuk melihat,
    melihat dengan mata atau melihat dengan hati,
    melihat dengan mata agar berhati-hati,
    melihat dengan hati agar melihat terang dan bening.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s