Bahasa, perilaku

Kesimpulan

Awas, hati-hatilah ketika anda membuat kesimpulan. Membuat kesimpulan sepintas lalu seperti sebuah frase yang mudah untuk dipahami dan dilakukan padahal, sebelum seseorang mengambil kesimpulan dibelakangnya terdapat serangkaian proses panjang dan berliku yang harus dilakukan dengan serius dan sebenarnya guna mendapatkan hasil akhir yang benar, terukur dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Ketika anda melihat seseorang dengan penampilan yang agak  berbeda dari umumnya, tentunya anda bisa terjebak dalam mengambil keputusan dengan sangat cepat. Memang, kita harus berlatih membuat kesimpulan dan mengambil keputusan dengan cepat, hingga etiap persoalan tidak bertumpuk dan dapat diapusakan dalam boxfile kepala kita dan setiap orang disekitar kita.

Berikut, adalah cerita fiktif yang penulis sadur dari cerita seseorang (penulis lupa namanya, semoga amal kebaikan yang membuat cerita ini dibalas oleh Tuhan YME). Ceritanya adalah…Pada suatu ketika, adalah seorang profesor yang sudah sangat tua atau katagori B (BANGKOTAN), disela-sela riset besarnya dia berjalan-jalan di sebuah kolam yang lumayan besar di sekitar lab yang dia miliki, sambil menghilangkan kepenatan. Ketika dia berjalan, dia melihat seekor katak yang sangat besar, hampir sebesar kepala bayi yang baru lahir sekitar 3 hari. Sang profesor berupaya menangkap katak tersebut, dan hasilnya…dengan perhitungannya yang luarbiasa, katak tersebut dapat ditangkap dengan mudah. Kemudian ia bawa ke lab.

Pada malam harinya, ketika semua suasana hening, sang profesor memasuki lab untuk melanjutkan berbagai uji coba. Tetapi, ketika ia melihat katak yang dia simpan dalam aquarium besar, timbulah keinginan untuk meneliti katak tersebut. Maka dikeluarkanlah katak tersebut dan diletakan di atas hamparan papan panjang berukuran 10 meter. Setelah ia membuat angka-angka ukuran disepanjang papan tersebut, ia menempatkan katak besar itu di titik start. Kemudian, ia berteriak skeras-kerasnya, LOMPAT!, katak itu spontas lompat, mungkin kaget. dan hasilnya ia catat. “…ternyata katak besar dengan kaki sempurna mampu melompat 10 m. Ia begitu bersemangat. Tapi ia berfikir, bagaiman kalau ia potong kakinya satu. dan ia lakukan. Kemudian ia meletakan katak besar itu dititik start, dan…”LOMPAT!”, katak dengan kaki tiga itu pun melompat. Hasil jelas menurun. Ia mencatat bahwa, “katak besar dengan  tiga kaki sanggup melompat sejauh 8 m. Diluar dugaan, ia memotong kaki katak beasr itu satu lagi, jadi kini tinggal 2 kaki. dan lakukan perintah seperti sebelumnya. Ternyata katak itu hanya mampu melompat sejauh 4 m. Penurunan yang sangat drastis. Semakin penasaran ia melanjutkan penelitian yang aneh itu. Bahkan ia memotong semua kaki katak besar itu. kemudian ia letakan di garis awal dan berteriak seperti semula. Namun, kini katak tanpa kaki itu tidak berkutik. Hanya matanya yang berkedip penuh harap campur dendam pada sanga profesor. Melihat katak tidak berkutik, sang profesor semakin keras berteriak.LOMPAT, LOMPAT KAMU, LOMPAAAT!. Katak itu pun tetap diam. Dengan kesal profesor itu mengambil bukunya dan menulis kesimplan terakhir. “TERNYATA KATAK BESAR BILA DIPOTONG KAKI KEEMPAT-EMPATNYA, IA MENJADI TULI”. Lalu ia pergi ke sofa dan duduk dengan lesu, diam dan tidur.

Dari anekdot di atas, sebenarnya tidak sedikit diantara kita yang melakukan proses berfikir malapraktek dalam menafsirkan sesuatu atau seseorang yang menurut ia benar tanpa diuji berulang-ulang dengan cara-cara yang benar, penuh pembuktian, serta bermanfaat dan tidak mengandung unsur merugikan orang lain.  Hati-hatilah dengan istilah ANALISIS, PERCOBAAN, UJI COBA, ATAU PRASANGKA !

Langkah yang menurut penulis baik dilakukan sebelum mengambil kesimpulan adalah:

1. Tentukan masalah yang akan diproses; saring, bandingkan, prioritaskan, tentukan jenis atau hal apa yang akan kita munculkan.

2. Lakukan pengamatan, percobaan dan uji coba secara berulang-ulang hingga mendapatkan pembuktian-pembuktian sehingga validitas kebenarannya diakui. Ingat diakui tidak harus diikuti.

3. Ambil kesimpulan berdasarkan proses nomor dua, dan beritakan dengan sebenarnya tanpa ada perubahan yang disebabkan tekanan atau pesanan dari pihak manapun.

4. lakukan evaluasi antara kesipulan dengan input data awal dan lakukan proses nomor dua lanjutan.

Selamat mencoba. Untuk Profesor tadi. DON’T TRY THIS AT ANYWHERE!

Iklan
Standar

One thought on “Kesimpulan

  1. Mas ade hati-hati lho menyimpulkan………… profesor itu besoknya bangun dan meneliti lagi ………….. dan seterusnya..sang prof pakai langak 3 sebagaimana saran mas ade……….

    Sama saat teori copernicus pusat bulan atau matahari……………
    kan kesimpulan bisa dikoreksi…….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s