Ada Apa Dengan Qurban?

13 02 2008

Setiap tanggal 10 Julhijjah (bulan haji), umat Islam di seluruh dunia merayakan hari Raya I’dul Qurban , yang didalamnya ada pemotongan hewan qurban. Penulis sendiri pernah melakukan pemotongan qurban.

Seperti biasa, siapapun yang melakukan pemotongan hewan qurban akan membaca doa dan mengucapkan qurban ini untuk si A atau si B bin atau binti anu. Hal ini terus dilakukan dari tahun ke tahun, termasuk oleh penulis.

 Pada suatu hari, penulis menemukan rujukan tentang qurban yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW, ketika melakukan pemotongan hewan qurban (pada saat itu 100 ekor unta), mengucapkan doa dan diniatkan untuk dirinya, keluarganya dan umatnya. Saat pemotongan 100 ekor unta nabi hanya memotong 60 ekor selanjutnya diserahkan pada ALI bin Abi Thalib. Pada kisah lain, beliau melakukan pemotongan hanya membaca doanya saja tanpa diniatkan untuk siapapun.

Dari hal ini, penulis menganalisa bahwa qurban merupakan murni ibadah seperti hal lainnya yang dilakukan apabila mampu. yang diikhlaskan tanpa diniatkan untuk seseorang. Seadngkan yang penulis amati dan lakukan selama ini, seolah qurban itu dilakukan semacam menebus hutang atau membayar DAM layaknya dilakukan oleh orang yang sedang menunaikan ibdah haji.

 Bagaimana Pendapat anda?





Misteri Seorang anak

12 02 2008

Anak sebuah kata yang sangat mudah untuk diingat dan mungkin dilupakan oleh setiap orang yang menyebutnya. Setiap orang pasti memiliki penilaian dan sikap yang harus diambil untuk mahluk yang bernama anak ini. Bahkan banyak para ahli yang membuat banyak teori tentang anak.

Bagaimana dengan anda?, pernahkah anda memikirkan apa dan mengapa anak?. pernahkah anda mendengar atau membaca ungkapan seorang ahli pendidikan yang mengatakan bahwa “Jika anakmu yang kini sudah dewasa dapat kembali menjadi anak-anak, maka kamu akan berupaya mati-matian untuk mendewasakan anak itu sebenarnya?. Maka, apakah kita hanya membesarkan anak atau membesarkan dan mendewasakannya?

Kemudian, mengenai fenomena “menelantarkan anak”, jika kita perhatikan ternyata memiliki banyak bentuk yang dapat kita temukan di berbagai lingkungan, dimulai dari rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Dari rumah, kita bisa perhatikan berapa banyak anak yang sedang menanti begitu lama hadirnya sebuah perhatian yang hakiki dari orang tua’ ayah, ibu atau orang yang diangap mampu membeikan kasih sayang, pendidikan. Mereka, hampir setiap saat dibesarkan dengan hadiah, uang, peralatan elektronik yang secara total diberikan tanpa ada alasan maupun arahan untuk apa itu diberikan. Ketika seorang anak minta digendong ayahnya berkata, “awas, ayah masih capek, sana main game…!”. Padahal, mereka sudah main “games” dari pagihari hingga pulang sekolah.

Pernahkah anda menyimak tayangan film yang cukup menggugah tentang sebuah pemeliharaan berjudul “Danny the Dog”?. Film ini menunjukan situasi dan kondisi pemeliharaan dengan media yang berbeda. Tetapi, jika kita perhatikan adakah kesamaan pola pendidikan kita dengan bentuk pemeliharaan anak dalam film itu?

Anak dilahirkan dengan media jasmani dan rohani yang harus kita isi, maka…..





Penulisan Nama

12 02 2008

Menulis nama pada lembar pekerjaan sepintas seperti pekerjaan SEPELE, ternyata sulit juga bagi para siswa untuk mendisiplinkan diri dalam penulisan nama masing-masing pada lembar kerja.

Dari setiap PR yang mampir ke meja guru, dipastikan selalu ada satu atau dua siswa yang LUPA NAMANYA, sehingga ia tidak dapat menuliskannya pada lembar kerja.

Padahal, nama merupakan identitas yang menunjukan siapa kita. tanpa nama orang lain sulit mengenali siapa kita. Bahkan, bapak dan ibu guru akan kesulitan untuk menentukan siapa pemiliki pekerjaan yang nilainya bagus ini!

Nah, untuk para siswa, coba ingat dengan seksama, siapa nama kalian. Dan, jangan lupa tulis di pojok kanan atas setiap lembar kerja yang kalian terima. Pasti kamu akan dikenali. JIka lupa lagi, kalian akan dikenal sebagai siswa tak bernama atau mungkin Mr. atau MRS. PELUPA…